Buku Nautika Yang Harus ada Di Kapal

Tujuan dаrі perencanaan pelayaran аdаlаh agar pelayaran dari suatu tempat ketempat tujuan dараt berjalan dеngаn lancer aman dan efesien. 

Dalam perencanaan pelayaran ada bеbеrара terbitan buku Nautika уаng diperlukan yaitu:

Alat-Alat Navigasi dan Komunikasi Yang Harus Terdapat di Kapal

Saat ini, petugas kapal telah banyak sekali peralatan navigasi laut yang membuat hidupnya jauh lebih sederhana, berkat kemajuan teknologi . Selain itu , pelaut hari ini dilatih sehingga untuk mengetahui fungsi dan operasi dari semua hari peralatan navigasi modern yang telah melakukan perjalanan di laut halus dan lebih aman.

Sesuai dengan peraturan International SOLAS 1974 dan Colreg (collison regulation 1972) seluruh kapal harus dilengkapi dengan peralatan Navigasi sebagai berikut :

Pelabuhan Tanjung Priok

Terletak di Jakarta Utara, Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan dan tersibuk di Indonesia. Pelabuhan ini menangani lebih dari 30% komoditi Non Migas Indonesia, disamping itu 50% dari seluruh arus barang yang keluar / masuk Indonesia melewati pelabuhan ini. Karenanya Tanjung Priok merupakan barometer perekonomian Indonesia.

Fasilitas intermoda yang lengkap di pelabuhan ini mampu menghubungkan Tanjung Priok dengan seluruh kota di Indonesia. Dengan Teknologi dan fasilitas modern, Tanjung Priok telah mampu melayani kapal-kapal generasi mutakhir yang secara langsung menuju ke berbagai pusat perdagangan internesional (direct call).

Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatera Barat

Kota Padang merupakan ibu Kota Provinsi Sumatera Barat. Kota Padang menjadi pintu gerbang barat Indonesia dari wilayah Samudra Hindia. Luas wilayah kota Padang sebesar 694,96 Km², dengan kondisi geografis berbatasan dengan laut dan dikelilingi perbukitan dengan tinggi mencapai 1.853 mdpl. 

Kota Padang memiliki jumlah populasi sebesar 902.413 jiwa. Kota Padang menjadi kota inti dari pengembangan wilayah Metropolitan Palapa.

Pelabuhan Pontianak

Sebagai pintu gerbang atau gapura, pelabuhan berfungsi sebagai pintu masuk kesuatu negara. Warga dan barang dari negara lain yang memiliki pertalian ekonomi masuk ke suatu negara melalui pelabuhan. Oleh karena itu, citra suatu negara juga ditentukan oleh kondisi pelabuhan lautnya. Kebersihan dan pelayanan di pelabuhan mencerminkan kondisi negara bersangkutan. Terutama sebagai mata rantai transportasi,pelabuhan berkaitan langsung dengan pertumbuhan ekonomi. 

Mengenal Surat-surat Muatan Kapal (Documents of Cargo)

Proses Bongkar Muat
Surat-surat yang berkaitan dengan penanganan dan pengaturan muata antara lain adalah :

Shipping Instruction / Shipping Order
Surat yang dibuat oleh shipper yang ditunjukan kepada carrier kapal untuk menerima dan memuat muatan yang tertera dalam surat tersebut. Isi dalam shipping order antara lain berisi nama shipper, nama consignee di pelabuhan bongkar, notifiy adress, pelabuhan muat, pelabuhan tujuan, nama dan jenis barang, jumlah berat dan volume, shipping mark, total nett wight, total gross weight, total measurement, freight and charge, BIL, date, commercial invoice dan nomor L/C.

Istilah-Istilah dalam Kegiatan Bongkar Muat

Kegiatan Muat Barang
PBM adalah Perusahaan Bongkar Muat

Usaha bongkar muat barang adalah kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang bongkar muat barang dari dan ke kapal di pelabuhan.

Ruang Lingkup Pekerjaan Bongkar Muat:

Mengenal Jenis dan Kegunaan Stowage Plan Muatan Kapal

Stowage Plan
Stowage plan adalah merupakan sebuah gambaran informasi mengenai Rencana Pengaturan muatan di atas kapal yang mana gambar tersebut menunjukkan pandangan samping (denah) serta pandangan atas (prolgl) dari letak-letak muatan, jumlah muatan, dan berat muatan yang berada dalam palka sesuai consignment mark bagi masing-masing pelabuhan tujuannya.

Jenis stowage plan ada dua macam yaitu :
  1. Tentative Stowage Plan
  2. Final Stowage Plan

Cara menghitung Konsumsi BBM Kapal, Kecepatan dan Jarak Tempuh Kapal

Cara menghitung Konsumsi BBM Kapal

Secara umum yang gunakan di lembaga diklat, rumus yang digunakan untuk menghitung kebutuhan BBM adalah :

Jika Solar = PK/HP Mesin X Jumlah Jam Berlayar X 0,2
contoh Kekuatan/Daya Mesin Kapal 1.000 PK/HP berlayar selama 10 Jam
maka kebutuhannya adalah 1.000 x 10 x 0,2 = 2.000 liter

Mengapa Kecepatan Kapal Menggunakan Satuan Knot


Knot adalah satuan kecepatan yang sama dengan satu mil laut (1,852 km) per jam, kira-kira 1,151 mil per jam. Singkatan yang digunakan untuk satuan kecepatan ini, menurut maritim Amerika Serikat, Kanada, dan juga Institute of Electrical and Electronics Engineers serta International Bureau of Weights and Measures adalah kn. Singkatan kt juga banyak digunakan, kadang-kadang dengan kts. Ini adalah satuan non SI (sistem internasional) yang diterima untuk digunakan dengan SI.

Pelabuhan Cirebon

Pelabuhan Cirebon merupakan pintu gerbang kegiatan usaha bagi hinterland yang luas, yaitu Provinsi Jawa Barat dan sebagian Provinsi Jawa Tengah. 

Terletak di lintasan jalur jalan raya dan rel kereta api ke seluruh kota di Pulau Jawa merupakan keuntungan utama pelabuhan ini. Pada 1865, pemerintahan kolonial Belanda membangun Pelabuhan Cirebon di Kota Cirebon Jawa Barat. 

Pelabuhan Pulau Baai Bangkulu

Bengkulu yang dahulu disebut Bencoolen merupakan kota pelabuhan tua Bencoolen yang dijadikan kota pendudukan dan perdagangan oleh inggris pada abad ke 18 dan 19. 

Pelabuhan Bangkulu (pulau baai) berada sekitar 20 km dari pusat kota Bengkulu dan memiliki hinterlan yang cukup luas dengan potensi pertambangan, perkebunan dan kehutanan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan agrobisnis, pertambangan dan industri.

Pelabuhan Jambi Talang Duku

Pelabuhan Jambi awalnya terletak di kota Jambi (Boom Batu) dan mulai tahun 1996 dipindahkan ke Talang Duku, di hilir Sungai Batanghari, 10 kilometer dari kota Jambi. Sebagian besar kegiatan di  Pelabuhan Jambi, adalah melayani bongkar muat barang curah, baik curah cair maupun curah kering.

Hinterland Pelabuhan Jambi menghasilkan karet, kayu lapis, dan moulding, yang merupakan komoditi ekspor ke Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Jepang dan Korea. Pelabuhan lain dalam lingkungan Pelabuhan Jambi adalah Pelabuhan Kuala Tungkal dan Pelabuhan Muara Sabak. 

Inflatable Liferaft

Inflatable Liferaft 
Inflatable Liferaft atau sering disebut juga dengan Liferaft adalah salah satu alat keselamatan yang sangat penting pada kapal yang sedang berlayar, terlebih pada kapal yang memuat penumpang. Liferaft adalah sebutan untuk perahu karet dengan tenda pelindung dan dilengkapi obat-obatan, perbekalan makanan dan minuman untuk keadaan darurat. 

Liferaft dilengkapi beberapa benda untuk memberi tanda signal, dan alat-alat keselamatan lainnya. Liferaft dan semua perlengkapannya itu biasanya dirancang agar pemakainya dapat bertahan hidup selama satu minggu sebelum regu penolong datang.

Liferaft disimpan pada sebuah tabung yang terbuat dari fibreglass dan dicat warna putih. Disitu juga dicantumkan tanggal pemeriksaannya yang terbaru dan tanggal kedaluarsanya. Liferaft dan perlengkapannya harus diperiksa minimal satu tahun sekali.

Berbagai Sertifikat Yang Wajib di Miliki oleh Pelaut

Saat ini untuk menjadi pelaut seseorang harus memiliki ijazah-ijazah yang diperlukan, hal ini menyebabkan tumbuhnya sekolah-sekolah pelayaran mulai dari tingkat SLTA sampai ke perguruan tinggi, dimana dengan Tingkatan sebagai berikut :

Lulusan SLTP dapat melanjutkan ke Sekolah Kejuruan Pelayaran (Setarap SLTA) dengan Sistim Pendidikan 3 Tahun Belajar teori 1 tahun Praktek Berlayar (PROLA) yang mana lulusan dari SKP ini mendapatkan IJasah setara SLTA dan ANT.

Lifeboat Inspection

Lifeboat Inspection adalah pemeriksaan untuk mengetahui kondisi terkini lifeboat yang terpasang, baik perlengkapan lifeboatnya, kondisi mesinnya, maupun davit nya sudah sesuai dengan ketentuan yang ada didalam SOLAS 1974, agar pada saat dioperasikan untuk drill maupun keadaan sesungguhnya, lifeboat tersebut fit dan layak untuk abandon meninggalkan kapal atau Platform.

Lifeboat/Sekoci adalah salah satu alat keselamatan yang paling penting diatas sebuah kapal, yang digunakan pada saat keadaan darurat/ekstrim untuk meninggalkan kapal. Sekoci merupakan kapal kaku yang lebih kecil, diletakkan diatas kapal  dilengkapi dengan davits (alat penurunnya) sehingga dapat diluncurkan dari sisi kapal dengan waktu minimal dan bantuan mekanik mungkin untuk menyelamatkan  crew kapal. 

Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan pelabuhan di Teluk Jakarta yang menjadi persinggahan pelayaran antar bangsa semasa Pemerintahan Portugis sejak 1527.

Pelabuhan Sunda Kelapa mulai dikenal pada abad ke-12 sebagai pelabuhan yang disinggahi oleh kapal-kapal dari Tiongkok, Jepang, India Selatan dan Timur Tengah yang membawa porselen, kopi, kain sutra, dan sebagainya untuk ditukar dengan rempah-rempah dan hasil perkebunan lainnya. 

Pelabuhan Sunda Kelapa kini merupakan pelabuhan bongkar muat barang dan peti kemas.

Pengertian Terminal Khusus

Dalam UU lama tentang Pelayaran, istilah Terminal Khusus adalah Pelabuhan Khusus (PELSUS). Setelah berlakunya UU No. 17 Tahun 2008, maka istilah Pelabuhan Khusus berubah menjadi Terminal Khusus.

Terminal Khusus (Tersus) adalah terminal yang terletak DILUAR Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan (DLKp), yang merupakan bagian dari pelabuhan terdekat untuk melayani kepentingan sendiri sesuai dengan usaha pokoknya.

Pelabuhan Pangkal Balam, Bangka Belitung

Pelabuhan Pangkal Balam terletak di Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Pelabuhan Pangkal Balam dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti dermaga sepanjang 787 m, fasilitas penumpukan, terminal penumpang, serta lapangan parkir. Pelabuhan Pangkal Balam melayani angkutan barang ekspor impor, perdagangan antar pulau dan angkutan penumpang dengan tujuan Jakarta dengan kapal Feri/Ro-Ro dan tujuan Tanjung Pandan dengan jetfoil/kapal cepat. 

Pelabuhan Tanjung Pandan, Bangka Belitung

Pelabuhan Tanjung Pandan berada di Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Sejak 11 Juni 2011, Cabang Pelabuhan Tanjung Pandan memiliki terminal penumpang yang dikenal dengan Pelabuhan Laskar Pelangi untuk mendukung kemajuan pariwisata di Pulau Belitung. Untuk mendukung kemajuan pariwisata tersebut, Pelabuhan Tanjung Pandan telah direnovasi menjadi terminal modern berkapasitas 200 penumpang yang dilengkapi ruang VIP dan pertokoan.